Rabu, 24 September 2014


Untuk melaksanakan tugasnya sebagai khalifah, Allah telah memberikan kepada manusia seperangkat potensi (fitrah) yang berupa akal, qalb, dan nafs. Akan tetapi fitrah itu sendiri tidaklah berembang secara otomatis, melainkan bagaimana manusia itu sendiri yang mengembangkan fitrahnya sendiri. Untuk itu, Allah telah menurunkan wahyu-Nya kepada para nabi agar menjadi pedoman bagi manusia dalam mengaktualisasikan fitrahnya secara utuh dan selaras dengan tujuan penciptanya.
Dengan kedudukan dan fungsi, serta kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya melebihi makhluk lain, memiliki konsekuensi nilai moral yang religius, dan manusia harus mempertanggungjawabkan semua aktivitas kehidupannya di hadapan sang khalik.

Refleksi from

Elegi Menggapai Hati Kesatu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar