Proses Belajar Mengajar
Proses belajar mengajar oleh seorang
guru dan muridnya bisa di pengaruhi oleh
banyak hal. Yang pertama budaya, banyak sekali ragam budaya yang kita milikki
dalam proses belajar mengajar. Budaya yang paling banyak kita kenal yaitu SKS.
Sistem kebut semalam. Banyak siswa yang menggunakan metode ini ketika mereka
akan menghadapi ujian atau pun ada pretest. Budaya ini akan mempengaruhi pola
pikir siswa. Dimana mereka akan cenderung selalu akan berfikir jernih ketika
deadline sudah di depan mata. Kegiatan belajar mengajar yang terjadi di kelas
juga mempengaruhi, cara seorang guru untuk menyampaikan materi dikelas.
Kebanyakan guru hanya menggunakan cara tradisional atau metode ceramah satu
arah kepada muridnya. Mereka mengganggap dirinya paling pintar saat mereka
berada di kelas. Guru selalu menjejali banyak ilmu yang mereka milikki, dan
memaksa si murid untuk mengrti kan nya. Padahal para siswa sebenarnya bisa
menemukan pemahaman dan konsep sendiri . Dengan memberikan kesempatan kepada
siswa untuk menemukan sendiri apa itu pengertian – pengertian dari setiap
materi yang dipelajari. Lingkungan belajar juga mempengaruhio dimana ketika si
anak berada dalam suatu limngkungan yang mendukung untuk tumbuh kembang
otaknya, maka ia akan lebih cepat untuk mrnerima pemahaman dalam suatu konsep.
Berbeda jika ada seorang murid yang hidup di lingkungan yang kurang baik,
dimana lingkungan itu malah mmpersulit dia untuk mendapatkan ilmu, maka si
murid itu pun akan sulit untuk menerima pemahaman baru.
Sebagai guru yang berkompeten
kita diwajibkan untuk lebih cerdas dan kreatif unyuk menyampaikan materi kepada
siswa. Kita membutuhkna variasi sumber
belajar – mengajar. Seperti bervariasinya media belajar, mulai dari media cetak
yang memberikan latihan – latihan yang konstruksional kepada muridnya, media
elektronik yang bisa mempermudah siswa untuk melakukan proses belajar dimana saja
dan kapan saja dengan mudah , media peta konsep yang mengarahkan siswa untuk
mengidentifikasi setiap konsep yang ia peroleh tidak hanya bermodal hafalan
saja, dan yang terakhir yaitu alat peraga. Alat peraga sangat dibutuhkan siswa
untuk memahami suatu konsep. Alat peraga tidak perlu suatu alat yang canggih ,
namun hanya butuh suatu kekreativitasan dari seorang guru untuk menciptakan
suatu alat yang bisa mempermudah siswanya untuk memahami suatu materi atau konsep
yang sedang di pelajari.
Subjek belajar yang sebenarnya
adalah siswa itu sendiri. Dimana setiap siswa pasti sudah mempunyai pengetahuan
yang dihasilkan dari pengalaman yang mereka punyai. Dalam memfasilitasi siswa
dalam proses belajar mengajar seorang guru harus menerapkan Learning Trajectory
(LT). LT digunakan sebagai
bagian dari apa yang disebut siklus mengajar matematika (mathematical
learning cycle) untuk satu atau dua pembelajaran, atau bahkan untuk lebih
dari dua pembelajaran. HLT dapat menghubungkan antara teori pembelajaran (instructional
theory) dan percobaan pembelajaran secara konkrit. LT digunakan untuk
membimbing proses percobaan pembelajaran agar sesuai dengan spesifikasi materi
dan hipotesis pembelajaran yang sudah ditentukan dalam bentuk LT. Ada beberapa cara atau metode belajar matematika
dikelas, diantaranya Problem Solving, Project Base learning, Kooeperatif
Learning, Realistics Mathematics Educatin, InQuairy .Metode – metode tersebut
harus menyesuaikan engan kondisi kelas atau siswa yang kita terima. Sedangkan
subject belajar formal pendidikan nasinal yang ada di Indonesia adalah peraturan
atau pun keputusan dari pemerintah. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah
untuk menggunakan kurikulum 2013, yang mnuntut siswanya untuk menemukan sendiri
konsep dari setiaap materi. Selain itu kurikulum 2013 melatih siswa untuk lebih
mandiri. Kurikulum 2013 di buat berdasarkan dengan metode scientific.
Maka dari itu diperlukan
pengembangan HRD Guru agar kualitas guru yang mengajar bisa semakin berkompeten
di bidang nya masing – masing. Seorang guru di tuntut untuk bersikap kreatif,
cerdas, dan bertindak sebagai fasilitator.
Nama :
Indri Aryanti
No : 12313244017
Kelas : P. Matematika Int 2012
Refleksi kelas
Terinspirasi oleh Mr. Marsigit