Jumat, 26 September 2014

Indri Aryanti / 12313244017 / P.Matematika International 2012

Belajar merupakan sebuah kegiatan yang memerlukan proses. Proses yang tidak mudah dan tidak instan . Belajar bisa menggunakan dengan berbagai cara . Belajar bisa memperluas wawasan kita dan menambah ilmu yang sangat bermanfaat untuk kehidupan kita.


Refleksi from 

Elegi Menggapai Dasar Gunung Es

Rabu, 24 September 2014

Indri Aryanti /12313244017 /P. Matematika Inter ,12

Ada beberapa nilai di kehidupan ini . Diantaranya nilai formal dan nilai normatif. Dua nilai ini saling melengkapi satu sama lain . Ada kalanya kita menilai orang secara formal namun ada kalanya juga kita menilai orang secara normatif. Maka dari itu kita harus menyeimbangkan antara penilaian formal dan penilaian normatif.

Refleksi from
Elegi Menggapai Menilai Normatif
powermathematics.blogspot.com
Indri Aryanti
12313244017
P. Matematika Inter 2012

Hakikat itu sebenarnya ada di dalam diri kita sendiri. Bergantung bagaimana mita menyadari hal itu. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menyadarinya. Salah satunya biasakanlah untuk membaca . Sebenarnya dari kiita di lahirkan kita sudah di ajari berbagai jenis hakikat, tapi mungkin kita belum menyadarinya.

Refleksi from
Elegi menggapai hakikat
powermathematics.blogspot.com

Untuk melaksanakan tugasnya sebagai khalifah, Allah telah memberikan kepada manusia seperangkat potensi (fitrah) yang berupa akal, qalb, dan nafs. Akan tetapi fitrah itu sendiri tidaklah berembang secara otomatis, melainkan bagaimana manusia itu sendiri yang mengembangkan fitrahnya sendiri. Untuk itu, Allah telah menurunkan wahyu-Nya kepada para nabi agar menjadi pedoman bagi manusia dalam mengaktualisasikan fitrahnya secara utuh dan selaras dengan tujuan penciptanya.
Dengan kedudukan dan fungsi, serta kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya melebihi makhluk lain, memiliki konsekuensi nilai moral yang religius, dan manusia harus mempertanggungjawabkan semua aktivitas kehidupannya di hadapan sang khalik.

Refleksi from

Elegi Menggapai Hati Kesatu

Ide keatif mengandung hal baru dan dapat dilakukan. Orang banyak sering menolak karena menantang mereka. Mereka mendengki atau sengaja menolak kreatif, tidak boleh mengerjakan. Ide tujuannya merepresentasikan kebenaran cara berpikir lanjut. Masyarakat umumnya merasa melawan status qou, menyerang, melanggar, dan berpikir cukup dengan mengabaikan ide inovatif. Pengembangan sikap kreativitas perlu mengenali aral kreativitas. Ada berbagai jenis aral kreativitas (creativity blocks), baik yang sifatnya internal seperti aral pola pikir, .paradigma, keyakinan, ketakutan, motivasional, kebiasaan, atau yang bersifat eksternal seperti aral sosial, organisasi, dan kepemimpinan.

Refleksi from

Interview with Dr. Marsigit MA [marsigit] in Whohub 

http://powermathematics.blogspot.com

Minggu, 21 September 2014



Proses Belajar Mengajar

Proses belajar mengajar oleh seorang guru dan muridnya  bisa di pengaruhi oleh banyak hal. Yang pertama budaya, banyak sekali ragam budaya yang kita milikki dalam proses belajar mengajar. Budaya yang paling banyak kita kenal yaitu SKS. Sistem kebut semalam. Banyak siswa yang menggunakan metode ini ketika mereka akan menghadapi ujian atau pun ada pretest. Budaya ini akan mempengaruhi pola pikir siswa. Dimana mereka akan cenderung selalu akan berfikir jernih ketika deadline sudah di depan mata. Kegiatan belajar mengajar yang terjadi di kelas juga mempengaruhi, cara seorang guru untuk menyampaikan materi dikelas. Kebanyakan guru hanya menggunakan cara tradisional atau metode ceramah satu arah kepada muridnya. Mereka mengganggap dirinya paling pintar saat mereka berada di kelas. Guru selalu menjejali banyak ilmu yang mereka milikki, dan memaksa si murid untuk mengrti kan nya. Padahal para siswa sebenarnya bisa menemukan pemahaman dan konsep sendiri . Dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sendiri apa itu pengertian – pengertian dari setiap materi yang dipelajari. Lingkungan belajar juga mempengaruhio dimana ketika si anak berada dalam suatu limngkungan yang mendukung untuk tumbuh kembang otaknya, maka ia akan lebih cepat untuk mrnerima pemahaman dalam suatu konsep. Berbeda jika ada seorang murid yang hidup di lingkungan yang kurang baik, dimana lingkungan itu malah mmpersulit dia untuk mendapatkan ilmu, maka si murid itu pun akan sulit untuk menerima pemahaman baru.
Sebagai guru yang berkompeten kita diwajibkan untuk lebih cerdas dan kreatif unyuk menyampaikan materi kepada siswa.  Kita membutuhkna variasi sumber belajar – mengajar. Seperti bervariasinya media belajar, mulai dari media cetak yang memberikan latihan – latihan yang konstruksional kepada muridnya, media elektronik yang bisa mempermudah siswa untuk melakukan proses belajar dimana saja dan kapan saja dengan mudah , media peta konsep yang mengarahkan siswa untuk mengidentifikasi setiap konsep yang ia peroleh tidak hanya bermodal hafalan saja, dan yang terakhir yaitu alat peraga. Alat peraga sangat dibutuhkan siswa untuk memahami suatu konsep. Alat peraga tidak perlu suatu alat yang canggih , namun hanya butuh suatu kekreativitasan dari seorang guru untuk menciptakan suatu alat yang bisa mempermudah siswanya untuk memahami suatu materi atau konsep yang sedang di pelajari.
Subjek belajar yang sebenarnya adalah siswa itu sendiri. Dimana setiap siswa pasti sudah mempunyai pengetahuan yang dihasilkan dari pengalaman yang mereka punyai. Dalam memfasilitasi siswa dalam proses belajar mengajar seorang guru harus menerapkan Learning Trajectory (LT). LT digunakan sebagai bagian dari apa yang disebut siklus mengajar matematika (mathematical learning cycle) untuk satu atau dua pembelajaran, atau bahkan untuk lebih dari dua pembelajaran. HLT dapat menghubungkan antara teori pembelajaran (instructional theory) dan percobaan pembelajaran secara konkrit. LT digunakan untuk membimbing proses percobaan pembelajaran agar sesuai dengan spesifikasi materi dan hipotesis pembelajaran yang sudah ditentukan dalam bentuk LT. Ada beberapa cara atau metode belajar matematika dikelas, diantaranya Problem Solving, Project Base learning, Kooeperatif Learning, Realistics Mathematics Educatin, InQuairy .Metode – metode tersebut harus menyesuaikan engan kondisi kelas atau siswa yang kita terima. Sedangkan subject belajar formal pendidikan nasinal yang ada di Indonesia adalah peraturan atau pun keputusan dari pemerintah. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah untuk menggunakan kurikulum 2013, yang mnuntut siswanya untuk menemukan sendiri konsep dari setiaap materi. Selain itu kurikulum 2013 melatih siswa untuk lebih mandiri. Kurikulum 2013 di buat berdasarkan dengan metode scientific.
Maka dari itu diperlukan pengembangan HRD Guru agar kualitas guru yang mengajar bisa semakin berkompeten di bidang nya masing – masing. Seorang guru di tuntut untuk bersikap kreatif, cerdas, dan bertindak sebagai fasilitator.

Nama      : Indri Aryanti
No           : 12313244017
Kelas       : P. Matematika Int 2012

Refleksi kelas 
Terinspirasi oleh Mr. Marsigit

Menurut saya nilai UN jangan dijadikan satu-satunya syarat kelulusan karena UN hanya dilaksanakan beberapa hari, sementara pembelajaran dilaksanakan selama 3 tahun. Dengan tidak dijadikannya UN sebagai syarat kelulusan maka berimplikasi kepada kejujuran dalam pelaksanaanya sehingga UN akan menilai kompetensi/kemampuan peserta didik yang sebenarnya. Selain itu pelaksanaan UN tidak dicampuri oleh kepentingan politik. Seperti kita ketahui dengan berlakunya otonomi daerah, kepala daerah (bupati/ walikota dan gubernur) tidak ingin pendidikan di daerahnya berlebel rendah (tidak berkualitas) dengan rendahnya rata-rata nilai UN yang dicapai. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya kecurangan-kecurangan dakam pelaksanaan UN. Pejabat seharusnya tidak mencampuradukkan antara dunia pendidikan dengan dunia politik, karena pada hakikatnya pendidikan adlah tanggung jawab bersama ( pemerintah dan masyarakat). Pemerintah bersama masyarakat seharusnya sama-sama berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara yang baik, arif, dan benar.

Indri Aryanti
12313244017
P. Mat. Int 2012

Refleksi from

Refleksi Pendidikan Kontemporer Indonesia 

http://powermathematics.blogspot.com

Sabtu, 20 September 2014

Indri Aryanti (12313244017) P.Mat Inter'12

Setelah membaca bacaaan diatas, pikiran saya jadi lebih terbuka. Kita sebagai guru yang baik memang seharusnya menjadi fasilitator bagi mereka bukan menjadi subjek saat kita sedang mengajar di kelas. KIta harus bisa mengembangkan bakat dan potensi yang sudah ada disetiap diri siswa. Tidak hanya dengan memaksa mereka untuk menerima ilmu dari kita . Kita harus menuntut mereka untuk aktif di kelas . Menemukan sendiri konsep maupun pemahaman mereka tentang Matematika. KIta harus meninggalkan cara lama kita sebagai guru yang hanya bisa menjejali mereka dengan rumus - rumus yang entah dari mana asal - muasalny. Memberikan mereka hukuman dengan memberikan tugas - tugasa latihan soal yang banyak tetapi dengan content yang jelek. Jadimarilah sebelum terlambat, selagi kita masih bisa belajar untuk menjadi guru yang baik, maka ubahlah pola ajar yang telah ada di Indonesia ini. Dengan menjadikan murid kita lebih mandiri dan memahami konsep ilmu apapun dengan cara mereka sendiri.
Terimakasih ...

 Refleksi from http://powermathematics.blogspot.com/2010/08/elegi-permintaan-si-murid-cerdas-kepada.html