Indri Aryanti
12313244017
P. Matematika International 2012
Setelah melihat video pembelajaran
di Jepang tersebut, saya dapat melihat beberapa perbedaaan cara mengajar guru
di Jepang dan Indonesia. Di Jepang dengan usia mereka yang semuda itu , masih
dalam taraf SD , mereka sudah diajarkan pembelajaran yang inovatif, diajarkan
apa itubarti tanggung jawab . Mungkin hal ini belum di terapkan di Indonesia.
Di Indonesia rata – rata siswa masih ditempatkan sebagai objek dan guru masih
mendominasi di dalam kelas.
Pada video tersebut pembelajaran
menggunakan metode diskusi. Terdapat dua guru di dalam kelas atau yang sering
kita sebut sebagai team teaching . Guru disana hanya bertugas sebagai
fasilitator siswa dalam menemukan konsep. Pada awal proses kegiatan
pembelajaran guru memberikan penjelasan mengenai kegiatan atau aktivitas yang
akan dilakukan. Guru juga sudah menyiapkan LKS ( Lembar Kegiatan Siswa) yang
akan digunakan selama proses diskusi. LKS digunakan sebagai sarana untuk siswa
untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka. Sebelum Guru membagikan LKS , guru menyampaikan
apersepsi terlebih dahulu.Kemudian setelah LKS itu di bagikan , guru membiarkan
siswa-siswa nya berdiskusi dalam kelompoknya untuk memecahkan masalah. Guru
tetep memantau kegiatan siswa , namun tetap pada student oriented. Guru akan
memberikan pengarahan apabila menemukan siswa yang mengalami kesulitan. Setelah
kegiatan diskusi telah selesai, salah satu anggota dari setiap kelompok
mempresentasikan hasil diskusi mereka. Dan dari setiap mereka harus
mempertanggungjawabkan jawaban mereka. Kemudia kelompok yang tidak presentasi,
berhak untuk mengajukan pertanyaaan atau pun sanggahan. Diakhir proses pembelajaran
siswa bersama guru akan menyimpulkan tentang proses pembelajaran yang telah
berlangsung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar